Maskot Persebaya Akan Bagi Boneka di Yogyakarta

Jojo dan Zoro, maskot kesebelasan Persebaya Surabaya bakal melakukan aksi mulia yang sudah ia rencakan sebelumnya. Rencananya,  maskot  yang menjadi gambaran dari hiu dan buaya itu bakal kembali dan bagi-bagi boneka di Yogyakarta. Boneka yang mereka bagikan merupakan hasil dari donasi yang sebelumnya sudah dilakukan Bonek ketika laga antara Persebaya dan Tira Persikabo.

Setidaknya 20 ribu boneka sudah terkumpul dalam laga perempat final Piala Presiden 2019 yang diselenggarakan di Gelora Bung Tomo, Surabaya, tanggal 29 Maret 2019. Setelah boneka itu terkumpul, dalam kurang waktu tidak lama akan dibagikan di Yogyakarta. Kebetulan juga, Persebaya bakal melakukan laga tandang ke markas PSS Sleman untuk kelanjutan Shopee Liga 1 2019 bertempat di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Sabtu, 13 Juli 2019.

Informasi itu didapat langsung dari instagram resmi miliki Zoro dan Jojo, yakni @zorobadboys12 dan @jojo_bonek. “Kulonuwun DIY! Kami bakal melakukan gerakan membagikan 1000 boneka untuk anak yang menderita kanker dan juga penyakit lain bertempat di RS dr Sardjito, Yogyakarta. Jojo dan Zoro juga ikuti mengundang secara resmi perwakilan dari suporter yang telah ada di DIY. Contohnya adalah Brajamusti, CNF Persiba, Paserbumi, Maident, Slemania dan BCS.

Ya, aksi seperti ini memang bukan kala pertama dilakukan oleh maskot Jojo dan Zoro untuk membagikan kebahagiaan.itu. Sebelumnya, aksi sudah dilakukan di RSUD dr Soetomo untuk membagikan boneka kepada anak yang menderita kanker dan juga anak yang berada dalam status yatim piatu.

Hal yang paling menarik disini adalah Jojo dan Zoro JasaBola tidak melakukan tebang pilih untuk memberikan bonekanya. Ya, ini terlihat ketika dua boneka itu membagian boneka untuk anak yang mengenakan jearsey Arema FC yang merupakan rival abadi dari Persebaya Surabaya.

Berbagai Kebahagian Kepada Sesama

Total boneka yang sudah dikumpulkan menurut informasi tidak kurang dari 20 ribu. Setelah boneka itu dikumpulkan, ada tiga jenis boneka. Masing-masing boneka itu adalah grade A alias boneka yang layak dan masih dibungkus rapi), grade B alias boneka yang masih layak. Sedangkan yang terakhir adalah grade C yang merupakan boneka yang sudah tidak layak pakai. Walaupun begitu, hanya boneka yang masuk katagori grade A dan B saja yang bakal diberikan.

Sudah banyak pihak yang menghubungi maskot Persebaya untuk rencana yang mulia ini. Pria yang dirahasiakan namanya itu mengatakan bahwa awalnya pembagian boneka yang sudah ada bakal dilakukan hanya untuk Surabaya dan daera sekitar seperti Gresik dan juga Sidoarjo. Hanya saja jumlah teman-teman yang ada di Yogyakarta juga sangat banyak yang mendukung Persebaya.

Selanjutnya, tidak sedikit juga yang melakukan kirim DM atau direct message Instragram yang meminta maskot Persebaya itu untuk membagikan boneka kepada anak-anak yang ada di Yogyakarta. Selanjutnya, maskot Persebaya itu langsung menyambut permintaan itu dengan baik. Aksi bagi-bagi boneka itu juga punya tujuan lain.

Contohnya untuk menutupi rasa sedih yang dirasakan oleh Bonek, suporter Persebaya Surabaya yang tidak memiliki kesempatan untuk menonton langsung pertandingan tim kesayangannya itu. Mengingat kuota tiketnya juga terbatas sehingga tidak sedikit penonton yang bakal tidak kebagian. Belum lagi tidak sedikit warga sekitar stadion yang merasa jika tidak sedikit Bonek yang membuat ulang sehingga warga sekitar sedikit kesal dan meresahkan.

Meskipun demikian, dengan adanya bagi-bagi boneka itu, tentu bisa membuat kita sadar bahwa Bonek sedikit lebih berubah dibanding yang sebelumnya. ya, Bonek tidak lantas membenci masyarakat Sleman. Sebagai gantinya, Bonek malah memberikan bantuan atau semangat baru untuk penderita kanker yang bertepat di Yogyakarta itu.

Bonek Tidak Boleh Ke Markas PSS, Persebaya Bakal Dirugikan

Djadjang Nurdjaman, pelatih Persebaya Surabaya menilai timnya sedikit dirugikan karena tidak mendapat dukungan dari suporter ketika bertandng ke markas PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo nanti Sabtu 13 Juli 2019. Seperti yang sudah diketahui, Bonek dilarang ke Sleman mengingat sudah ada himbauan dari kepolisian setempat. Padahal disisi lain, Persebaya sangat membutuhkan suport dari suporter kesayangannya itu.

Ya, Persebaya tentu sangat membutuhkan dukungan Bonek setelah sebelumnya harus menelan hasil imbang ketika ditahan Barito Putera 1-1 pada 9 Juli 2019 lalu. Pelatih yang akrab disapa dengan panggilan Djanur itu menyebutkan jiak timnya merasa cukup dirugikan. Padahal tim Persebaya sempat berfikir jika mendapat dukungan penuh dari Bonek. Para pemain juga bakal lebih termotivasi ketika kehadiran Bonek di stadion Maguwoharjo.

Terlebih untuk pergi ke Sleman bukan perkara yang sulit untuk Bonek. Mengingat jika pendukungnya diberikan izin tentu banyak suporter yang berbondong-bondong ke Sleman, tambah pelatih Persebaya Surabaya itu. Ya, jarak antara Surabaya dan Sleman memang hanya sekitar 300 kilometer meskipun berbeda provinsi. Belum lagi pilihan aksesnya sangat mudah. Bisa saja menaiki kereta, pesawat, bis atau transportasi lainnya.

Ya, lawatan kali ini menjadi kali pertama untuk Persebaya Surabaya tanpa ditemani sang suporter pada Liga 1 2019. Sebelumnya, timnya juga pernah merasakan hal yang sama, namun berbeda laga. Dimana kala itu, Persebaya tidak didukung oleh Bonek ketika berhadapan dengan Arema FC pada final Piala Presiden 2019.

Perlu Anda tahu bahwa ketidakhadiran Bonek di Stadion Maguwoharjo itu bukan tanpa dasar. Mengingat pihak Panpel PSS Sleman memang memutuskan untuk tidak memberikan kuota tiket kepada para pendukung Persebaya. Duel pekan kedelapan pada laga Shopee Liga 1 2019 itu memang tidak akan dihadiri oleh Bonek yang merupakan suporter andalan Persebaya Surabaya. Alasannya sangat beragam kenapa hal itu terjadi.

Tidak sedikit warga sekitar stadion yang menolak kehadiran Bonek. Meskipun sistem regulasi sudah mengatur bahwa tim tuan rumah harus meneydiakan kuota setidaknya 5 persen untuk suporter tamu. Wajar memang karena tidak sedikit warga yang merasa kehadiran Bonek cukup meresahkan.

Tentu ini menjadi pelajaran bagi para suporter lain agar tidak melakukan hal yang sama. Jadilah suporter yang cerdas dan juga cermat. Jangan pernah merugikan siapapun. Termasuk stadion dimana tim kesayangan kita bertanding. Sekali orang kecewa, tentu tidak akan bisa dipercaya lagi.